Bupati Bersama SWU dan Masyarakat Desa Pandak Lakukan PSN

Fri, January, 2019

BANYUMAS - Sedikitnya sembilan orang warga Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, diduga terkena demam berdarah (DB). Hingga kemarin, sekitar tujuh orang warga masih menjalani perawatan medis di beberapa rumah sakit.

Kades Pandak, Rasito mengatakan, wabah DB mulai menyerang warga setempat sekitar seminggu terakhir. Warga yang terkena DB sebagian besar merupakan warga RT 1, kemudian beberapa warga RT2 dan RT3, seluruhnya berada di wilayah RWII. "Mulai sejak minggu kemarin, itu ada satu rumah terdiri dari bapak dan dua anaknya dirawat di Rumah Sakit Wijayakusuma.

Kemudian ada tetangganya lagi yang diduga terkena DB, total ada sekitar sembilan orang, sampai kemarin masih ada tujuh yang dirawat," katanya, kemarin. Untuk menanggulangi penyebaran DB, pihaknya bersama petugas puskesmas, anggota babinsa dan bhahinkamtibmas melakukan penyisiran ke rumah warga.

Dalam kegiatan itu sekaligus dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). "Kemarin (Rabu-Red) karena ada lagi yang diduga terkena DB, kami menyisir rumah warga yang diduga terkena DB. Dari 13 orang yang diperiksa, tujuh orang dirujuk ke rumah sakit, lainnya diobati langsung. Kami juga melakukan PSN dan menemukan jentik nyamuk," tuturnya. Dia mengatakan telah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera melakukan pengasapan karena dikhawatirkan wabah tersebut menyebar.

Pasalnya tahun lalu di wilayah tersebut pernah muncul kasus serupa, bahkan hingga menimbulkan satu korban jiwa. Sementara itu, Kepala Dinkes Banyumas, Sadiyanto, mengatakan tengah melakukan penyelidikan epidomologi untuk memastikan dugaan kasus DB. Selain Pandak, pihaknya juga menerima laporan kasus DB dari beberapa wilayah.

"Kami sudah melakukan penyelidikan epidemologi, nanti akan menghasilkan kesimpulan apakah yang dirawat benar-benar terkena DB atau tidak. Apabila hasilnya mengarah ke DB, akan kami lakukan fogging. Kemarin juga ada beberapa di tempat lain, sudah kita lakukan fogging," ujarnya.

Ia meminta masyarakat menggiatkan kembali kegiatan PSN karena pada musim hujan ini rawan muncul penyakit DB. Upaya pencegahan tidak dapat hanya dilakukan dinas, namun memerlukan peran serta dari seluruh elemen masyarakat. (Sumber www.suaramerdeka.com)

Berita Terkini

PENGUMUMAN WISUDA 2021
Thu, November, 2021

SWU Kukuhkan Mabigus dan Racana
Mon, November, 2021

DUTA GENRE STMIK WIDYA UTAMA
Wed, May, 2021

PELAKSANAAN RUTIN CHARACTER BUILDING
Wed, April, 2021

PELAKSANAAN HUNTING TOURIST
Wed, April, 2021

Mahasiswa Didorong Miliki Kreativitas
Wed, August, 2020

SWU Gelar Kuliah Umum
Wed, August, 2020

SWU Kerja Sama dengan Universitas di Timor Leste dan Malaysia
Wed, August, 2020

Webinar Pemanfaatan Teknologi Digelar
Wed, August, 2020

Kurikulum Axioo-SWU Siap Diluncurkan
Wed, August, 2020

Paket Sembako bagi Mahasiswa Asing
Wed, August, 2020

Mahasiswa Asal Kamboja Kuliah melalui Streaming
Wed, August, 2020

SWU Tawarkan Program Beasiswa
Wed, August, 2020

STMIK Widya Utama Gandeng Axioo Gelar ASC
Thu, March, 2020

Mahasiswa Asal Kamboja Kuliah di SWU
Wed, March, 2020

SWU Pastikan Program Kuliah Gratis Berjalan
Mon, November, 2019

MENJALIN SILAHTURAHMI UKM ANIME STMIK WIDYA UTAMA MELALUI MAKRAB
Thu, October, 2019

KOMITMEN SWU MEMBANGUN MAHASISWA YANG BERKARAKTER
Fri, October, 2019

Bupati Bersama SWU dan Masyarakat Desa Pandak Lakukan PSN
Fri, January, 2019

SWU Adakan Coaching Clinic tentang Technopreneurship
Thu, November, 2018

MAHASISWA SWU MENGIKUTI SEMINAR Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Thu, November, 2018

SWU DAY SELALU DINANTI
Mon, October, 2018

DIGEMBLENG KEDISIPLINAN
Fri, August, 2018

MAHASISWA MAGANG DI JEPANG
Fri, August, 2018

MAHASIWA DIBEKALI PENGETAHUAN REPRODUKSI
Fri, August, 2018

DIGELAR WORKSHOP TANGANI SERANGAN RANSOMWARE
Fri, August, 2018